PAPUA, JANGKAUANNEWS.COM – Prajurit TNI menggerebek dua hamparan ladang ganja di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (8/9/2026). Dari operasi penyisiran tersebut, petugas mengamankan sedikitnya 21.400 batang pohon ganja bernilai fantastis yang ditaksir mencapai Rp8 miliar.
Penyergapan ladang barang haram ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 725/Woroagi (WRG) yang berada di bawah komando Komando Operasi (Koops) Habema Kogabwilhan III pimpinan Letjen TNI Lucky Avianto.
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, membenarkan temuan puluhan ribu tanaman terlarang yang berada di kawasan pegunungan tersebut.
“Sebanyak 21.400 batang pohon ganja berhasil diamankan, yang ditaksir bernilai sekitar Rp8 miliar,” ujar Agung dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Operasi Kinetik di Dua Kampung
Operasi pembersihan ladang ganja ini dilangsungkan dalam kerangka Operasi Kinetik 3.18. Sebanyak 78 personel Yonif 725/WRG diterjunkan langsung menyusuri medan berat untuk mencapai lokasi persis ditemukannya tanaman haram tersebut.
Dua titik lokasi penggerebekan berada di wilayah Kampung Ibiroma dan Kampung Hesmat, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo. Prajurit menyisir setiap sudut area perkebunan tersembunyi itu sebelum akhirnya mencabut dan mengamankan seluruh batang ganja.
“Dalam operasi tersebut, personel melakukan penyisiran dan pembersihan terhadap tanaman ganja yang ditemukan di kedua kampung,” kata Agung.
Terikat dengan Aktivitas Kelompok OPM
TNI menduga kuat keberadaan ladang ganja berukuran masif di pedalaman Yahukimo ini tidak berdiri sendiri. Aktivitas penanaman hingga potensi peredaran hasil panennya ditengarai berkaitan langsung dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya.
Penggerebekan ini sekaligus menjadi pukulan telak untuk memutus rantai pasokan maupun potensi penyalahgunaan narkotika yang menyasar masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
“Temuan puluhan ribu batang ganja tersebut diamankan sebagai bagian dari upaya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Papua Pegunungan,” tegas Agung.
Agung menambahkan, TNI terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta membendung segala bentuk kejahatan narkotika yang dapat merusak tatanan sosial serta masa depan generasi muda di Tanah Papua.
Atas keberhasilan menembus medan sulit dan melumpuhkan potensi peredaran narkoba bernilai miliaran rupiah ini, jajaran pimpinan memberikan apresiasi khusus kepada para prajurit di lapangan.
“Atas keberhasilan tersebut, personel Satgas Yonif 725/WRG yang terlibat dalam pelaksanaan tugas mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberhasilan dalam menjalankan tugas,” pungkasnya. (Inilah)













