Jurnalis: Iwan Setiawan
PANGKALPINANG, JANGKAUANNEWS.COM – Di tengah pesatnya perkembangan pasar modal Indonesia dan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan melalui kalangan media.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Wartawan Daerah bertema “Mewujudkan Insan Media Daerah yang Cerdas Finansial dan Bijak Berinvestasi” yang digelar di Novotel Hotel Pangkalpinang, Kamis (18/6/2026) malam.
Kegiatan yang dihadiri para wartawan dari berbagai media di Bangka Belitung ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana peningkatan kapasitas insan pers dalam memahami perkembangan pasar modal secara lebih mendalam.
Dalam sambutan Pejabat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, yang dibacakan Kepala Perwakilan BEI Bangka Belitung, Fahmi Al Kahfi, ditegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan pasar modal nasional.
“Melalui berita yang akurat, aktual, dan mendidik, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik, mengambil keputusan investasi yang bijak, serta ikut mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa,” ujar Fahmi.
Menurutnya, workshop wartawan daerah telah menjadi agenda rutin BEI sebagai bentuk penguatan kemitraan dengan media. Kolaborasi antara pasar modal dan insan pers dinilai sangat penting dalam menghadirkan informasi yang kredibel kepada masyarakat.
Fahmi juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi wartawan Bangka Belitung yang selama ini aktif memberitakan berbagai perkembangan pasar modal kepada publik.
Momentum workshop tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi BEI untuk menyampaikan kondisi terkini pasar modal Indonesia yang terus menunjukkan kinerja positif meskipun dihadapkan pada dinamika ekonomi global dan perubahan kebijakan yang berlangsung sepanjang tahun 2026.
Hingga 17 Juni 2026, pasar modal Indonesia mencatat berbagai capaian menggembirakan. Jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia telah mencapai 957 emiten, sementara jumlah investor pasar modal menembus angka 28,1 juta investor.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan minat masyarakat yang luar biasa terhadap investasi di pasar modal. Bahkan sepanjang tahun 2026 tercatat tambahan sekitar 7,8 juta investor baru.
Khusus di Bangka Belitung, jumlah investor pasar modal telah mencapai 124 ribu investor. Angka tersebut dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara keseluruhan.
Karena itu, peran media menjadi semakin penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai investasi yang sehat, legal, dan produktif.
“Melalui tulisan dan pemberitaan yang edukatif, pasar modal dapat semakin dikenal dan dipahami masyarakat hingga ke pelosok desa. Dengan begitu, investasi dapat menjadi sarana pembangunan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Fahmi.
BEI juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan sekuritas, pelaku usaha, investor hingga media untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.
Workshop ini tidak hanya menjadi wadah berbagi informasi dan pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun generasi wartawan yang semakin melek finansial. Dengan pemahaman yang baik mengenai investasi dan pasar modal, media diharapkan mampu menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat sekaligus ikut mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi daerah.
Di Negeri Serumpun Sebalai, literasi keuangan kini bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan bagian penting dari upaya menyiapkan masyarakat menghadapi masa depan yang lebih sejahtera. Dan dalam perjalanan itu, Bursa Efek Indonesia bersama insan pers terus melangkah beriringan, membangun budaya investasi yang cerdas, aman, dan berkelanjutan.(JK)













