BANGKA SELATAN, JANGKAUANNEWS.COM – Event balap motor grasstrack di Sirkuit Air Panas, Desa Nyelanding, Kabupaten Bangka Selatan tetap digelar, meski wilayah Bangka Belitung saat ini tengah menghadapi musim kemarau.
Musim kemarau dan kepulan debu tebal tak menyurutkan semangat para pecinta olahraga balap motor di Bangka Belitung. Gelaran grasstrack yang diikuti ratusan pesrta. Tak tanggung-tanggung, sekitar 450 starter dan 200 pembalap ambil bagian dalam event tersebut.
Namun, dibalik kemeriahan balapan, panitia harus menghadapi tantangan serius. Kondisi lintasan yang kering membuat debu menjadi persoalan utama, terutama menyangkut keselamatan pembalap dan kenyamanan penonton.
Ketua Pelaksana mengaku sebenarnya bukan memilih waktu pelaksanaan pada musim kemarau. Jadwal event telah ditetapkan sejak awal tahun dan masuk dalam kalender resmi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Kalender ini kita susun dari awal tahun melalui rapat kerja provinsi dan masuk kalender resmi IMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jadi tidak bisa digeser atau dimajukan. Bukan karena kami memilih musim kemarau, tetapi memang tahun ini pelaksanaannya berterpatan dengan musim kemarau,” ujar Ruben selaku ketua pelaksana, Minggu (6/9/2026).
Debu Jadi Musuh Utama
Cuaca panas membuat pekerjaan penitia bertambah. Penyiraman lintasan harus dilakukan secara berkala agar debu tidak terlalu tebal saat para pembalap memacu motornya.
Bahkan, Panitia harus menambahkan personel khusus untuk menangani penyiraman dan keamanan lintasan. Tim pendukung seperti pemadam kebakaran serta kendaraan penyiram air juga dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi teburuk. Panitia telah menyediakan penampungan air dalam jumlah besar untuk menjaga kondisi lintasan selama perlombaan berlangsung.
Sebab, bagi penyelenggara, balapan tidak boleh dipaksakan apabila kondisi lintasan justru membahayakan peserta maupun penonton.
“Kalau debu terlalu tebal, balapan tidak boleh dipaksakan. Kami sudah menyiapkan penampungan air besar untuk mengantisipasi jalannya race,” tegasnya.
Kekhawatiran bukan hanya soal jarak pandang pembalap. Debu yang beterbangan juga dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat dan penonton yang berada di sekitar sirkuit. Keselamatan Penonton dan Pembalap Jadi Prioritas. Selain persoalan debu, aspek keselamatan menajdi perhatian utama penyelenggara.
Ketua pelaksana mengaku telah menerapkan standar keselamatan sesuai SOP olahraga balap motor, termasuk memasang pagar pengaman di kawasan sirkuit.
Berbagai perlengkapan pendukung juga disiapkan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan, baik bagi pembalap maupun masyarakat yang datang menyaksikan perlombaan.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan orang, pengamanan lintasan menjadi bagian penting agar event dapat berlangsung aman dan tertib.
Hadiah Mobil dan Enam Motor
Persaingan di lintasan semakin menarik karena panitia menyiapkan hadiah yang cukup menggiurkan.
Para pembalap berkesempatan mambawa pulang hadiah utama berupa satu unit mobil baru serta enam unit sepeda motor.
Tak hanya peserta dari bangka belitung, event grasstrack di Sirkuit Air Panas Nyelanding juga diharapkan mampu menarik perhatian para pembalap dari luar daerah.
Bukan Sekadar Balapan
Bagi penyelenggara, event ini bukan hanya tentang siapa yang tercepat di lintasan
Kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku pelaku UMKM dan usaha kreatif di Desa Nyelanding. Ratusan peserta, tim, dan penonton yang datang otomatis menciptakan perputaran ekonomi selama event berlangsung.
“Semoga event ini berjalan lancar dan memberikan banyak sisi positif bagi masyarakat. UMKM mendapatkan penghasilan tambahan, atlet-atlet Babel semakin terasah, dan masyarakat juga mendapatkan hiburan positif,”ujarnya.
Menariknya, hasil penyelenggaraan event ini juga direncanakan untuk disalurkan sebagai bentuk kepedulian sosisal.
Sebagai hasil penyelenggaraan event ini juga direncanakan untuk disalurkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Sebagian hasil kegiatan akan didonasikan untuk pembangunan Masjid Al Mutakin Desa Nyelanding serta membantu anak-anak yatim. Dengan demikian, Event ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat.
Sirkuit Air Panas Punya Daya Tarik Ganda
Sirkuit Air Panas Nyelanding sendiri memiliki daya tarik tersendiri bagi komunitas grasstrack di Bangka Belitung.
Lintasan tersebut telah memiliki standar yang mendukung pelaksanaan event berskala nasional. Setiap kali perlombaan digelar, lokasi ini mampu menjadi magnet bagi para pencinta olahraga balap motor.
Tidak hanya menawarkan adrenalin balapan, Desa Nyelanding juga memiliki potensi wisata berupa sumber air panas alami.
Kombinasi antara olahraga dan potensi wisata tersebut menjadi peluang bagi daerah untuk memperkenalkan Nyelanding kepada masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.
Agenda Tahunan
Event grasstrack di Sirkuit Air Panas Nyelanding juga bukan kegiatan sekali selesai.
Penyelenggara menyebut gelaran ini telah menjadi agenda tahunan. Setidaknya satu kali dalam setahun, sirkuit tersebut ditargetkan kembali menjadi arena pertarungan para pembalap. Bahkan pada tahun 2026, event grasstrack di lokasi tersebut telah digelar sebanyak dua kali.
“Untuk kegiatan grasstrack khususnya di Sirkuit Air Panas, kami punya agenda tahunan. Tahun ini sudah terselenggara dua kali. Insyaallah tahun depan akan ada lagi,” katanya.
Dengan antusiasme peserta dan masyarakat yang terus tumbuh, Sirkuit Air Panas Nyelanding diharapkan tidak hanya menjadi tempat adu cepat para pembalap.
Lebih jauh, sirkuit tersebut diharapkan berkembang menjadi salah satu pusat olahraga otomotif sekaligus destinasi wisata dan penggerak ekonomi masyarakat Bangka Selatan.
Di tengah musim kemarau yang membuat debu menjadi tantangan besar, event ini menunjukkan satu hal: semangat balap dan antusiasme masyarakat ternyata belum ikut “mengering”. (Yuda Radak)













