floating
Berita  

Delapan Ton Timah di Amankan Satgas Tricakti, Tapi Barang Bukti Menghilang

SUNGAILIAT, JANGKAUANNEWS.COM – Praktik penyelundupan timah yang selama ini diduga berlangsung secara senyap kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah mobil truk tua berwarna biru dengan bak manual yang mengangkut sekitar 8 ton timah dikabarkan berhasil diamankan oleh Satgas Tricakti pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Penangkapan tersebut disebut terjadi di ruas jalan Sungailiat, tidak jauh dari kawasan Rumah Sakit Arsani. Operasi yang berlangsung cepat dan tertutup itu sontak menghebohkan masyarakat, mengingat barang yang diamankan diduga merupakan timah yang akan diselundupkan keluar dari Pulau Bangka.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Investigasi Jurnalis Radak Babel, muatan timah tersebut sebelumnya berangkat dari wilayah Simpang Jurung dengan tujuan Belinyu. Namun, saat melintas di Sungailiat, kendaraan itu tiba-tiba dihentikan oleh tiga hingga empat orang yang disebut-sebut membawa senjata.

 

Sumber menyebutkan, kendaraan tersebut kemudian diarahkan ke sebuah lokasi di belakang warung pecel lele di kawasan Sungailiat sebelum akhirnya barang bukti beserta kendaraan dan sopir diamankan.

 

Sopir yang diketahui berinisial -A, warga Kecamatan Belinyu, turut dibawa bersama kendaraan dan muatan yang diperkirakan mencapai 8 ton tersebut.

 

Namun, yang menjadi tanda tanya besar, hasil penelusuran Tim Investigasi Radak Babel justru menemukan adanya kejanggalan. Informasi yang beredar menyebutkan barang bukti itu diamankan di kawasan GBT Sungailiat. Akan tetapi, setelah dilakukan pendalaman, tidak ditemukan adanya satu pun barang bukti yang berada di lokasi tersebut.

 

Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Ke mana sebenarnya barang bukti itu dibawa? Siapa yang menguasainya? Dan apakah seluruh proses pengamanan telah dilakukan sesuai prosedur?

 

Lebih jauh lagi, sumber yang diwawancarai Tim Investigasi Radak Babel mengungkapkan bahwa timah tersebut diduga merupakan bagian dari jaringan penyelundupan yang sudah lama beroperasi. Bahkan, disebut-sebut para pelaku merupakan “pemain lama” yang sebelumnya telah beberapa kali menjalankan modus serupa dan berhasil lolos dari pengawasan.

 

Ironisnya, dari informasi yang berkembang, terdapat dugaan adanya keterlibatan oknum aparat yang diduga ikut membekingi jalannya aktivitas ilegal tersebut. Tidak hanya itu, seorang oknum LSM berinisial AND juga disebut-sebut memiliki peran dalam membantu kelancaran pengiriman timah yang diduga ilegal itu.

 

“Sudah lama mereka bermain. Ada orang yang menjadi ujung tombak di Pangkalpinang, sementara koordinator lapangannya warga Belinyu dan merupakan pemain lama,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Jika dugaan ini terbukti benar, maka kasus tersebut tidak hanya sebatas penyelundupan timah, melainkan mengindikasikan adanya jaringan terorganisir yang melibatkan berbagai pihak dan berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Tim Investigasi Radak Babel masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait mengenai status barang bukti, identitas pihak yang mengamankan, serta dugaan keterlibatan sejumlah oknum dalam perkara tersebut.

 

Redaksi tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan akan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang namanya disebutkan dalam pemberitaan ini. (JK,RADAK)

error: Content is protected !!