floating
Berita  

Fakta Baru Terungkap Dari Ponsel Amuk, Tentang Keterlibatan Ahyen Dalam Penyelundupan Pasir Timah

Gambar ini Hanya Ilustrasi Pelengkap Berita(AI/IST)

 

BANGKA BARAT, JANGKAUANNEWS.COM — Perkembangan terbaru kasus dugaan pengangkutan pasir timah ilegal di pesisir Air Putih mulai mengarah pada dugaan jaringan yang lebih besar. Fakta baru terungkap setelah penyidik memeriksa telepon genggam Mukti alias Amuk, salah satu terduga yang diamankan oleh Satpolairud Polres Bangka Barat.

Sumber internal yang mengikuti proses pemeriksaan menyebutkan, dari hasil pembukaan ponsel tersebut ditemukan sejumlah percakapan dan bukti transaksi yang kemudian memicu pengakuan baru.

“Awalnya Ahyen tidak mengakui keterlibatan. Ia sempat menyebut perahu dan mobil hanya disewa orang lain. Tapi setelah ditunjukkan isi handphone Mukti, situasinya berubah,” ujar sumber tersebut, Kamis (26/2/2026).

Dalam pemeriksaan lanjutan, Ahyen disebut akhirnya mengakui bahwa pasir timah yang diangkut berkaitan dengannya. Bahkan, penyidik menemukan bukti pembayaran senilai Rp130 juta yang disebut sebagai pelunasan dari Mukti kepada Ahyen.

Tak hanya itu, dalam pengakuan terbarunya, Ahyen juga menyebut dua unit mobil truk yang digunakan dalam pengangkutan serta dua perahu yang dipakai dalam distribusi. Perahu tersebut disebut milik Aliung dan Ahyen sendiri. Salah satu armada laut dilengkapi mesin merek Johnson yang biasa digunakan untuk mobilitas cepat di perairan.

Nama lain yang mencuat dalam pusaran kasus ini adalah Alek, yang disebut sebagai bos dari Mukti alias Amuk. Alek dikabarkan berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia, dan diduga memiliki peran dalam pengendalian distribusi timah ke luar negeri.

Saat ini perkara tersebut telah memasuki tahap gelar perkara untuk menentukan status hukum para pihak yang disebut dalam pemeriksaan. Penyidik masih mendalami alur transaksi, kepemilikan sarana angkut, serta kemungkinan keterlibatan jaringan lintas negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penetapan tersangka baru. Namun munculnya bukti digital dan transaksi keuangan disebut menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan jaringan penyelundupan timah yang lebih terstruktur.

Kasus ini diperkirakan masih akan berkembang. (JK,RADAK)

error: Content is protected !!