PANGKALPINANG, JANGKAUANNEWS.COM — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Pulau Bangka sejak Sabtu (26/9/2026). Langit tampak berkabut, jarak pandang terganggu, sementara aroma asap tercium di sejumlah kawasan.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sumber asap yang bertahan selama beberapa hari terakhir. Apakah seluruhnya berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bangka, atau ada sumber lain yang turut memengaruhi kondisi tersebut?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang mengungkap adanya indikasi asap yang terbawa dari wilayah lain menuju Pulau Bangka.
Ketua Tim Kerja Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Slamet Supriyadi, mengatakan hasil pemantauan citra satelit menunjukkan sebaran asap datang dari beberapa arah.
“Berdasarkan citra satelit sebaran asap selain berasal dari wilayah Bangka, khususnya Bangka Selatan, ada indikasi kiriman dari wilayah lain,” kata Slamet saat diwawancarai, Senin (28/9/2026).
Meski demikian, BMKG belum dapat memastikan secara keseluruhan sumber asap yang saat ini menyelimuti Pulau Bangka.
Pasalnya, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di sejumlah wilayah di sekitar Bangka. Kondisi tersebut membuat penelusuran sumber asap menjadi lebih kompleks karena pergerakan asap sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan arah angin.
“Kami belum bisa memastikan, karena sekeliling kita juga sedang terjadi karhutla,” ujar Slamet.
Dengan demikian, kabut asap yang dirasakan masyarakat diduga merupakan perpaduan antara asap yang berasal dari kebakaran di wilayah Bangka dan asap yang terbawa dari daerah lain.
Pergerakan massa udara membuat asap dapat berpindah cukup jauh dari lokasi sumbernya. Arah dan kecepatan angin menjadi salah satu faktor yang menentukan wilayah mana yang kemudian terdampak.
BMKG pun masih melakukan pemantauan menggunakan citra satelit untuk melihat perkembangan dan arah pergerakan sebaran asap dari waktu ke waktu.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kabut asap telah berlangsung selama beberapa hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan kondisi jarak pandang maupun kualitas udara, terutama apabila konsentrasi asap meningkat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca, arah angin, serta sebaran asap.
Kabut yang menyelimuti Bangka dengan demikian bukan semata persoalan asap dari satu titik kebakaran. Di balik langit yang tampak kelabu, terdapat dinamika kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah serta pergerakan atmosfer yang memungkinkan asap melintasi wilayah dan mencapai Pulau Bangka. (Radak)













