BANGKA BARAT, JANGKAUANNEWS.COM – Dugaan pencurian dua unit sepeda motor trail milik nelayan di Dermaga Nelayan Sungai Menduyung, Desa Air Menduyung, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, memicu keresahan warga. Kasus tersebut kini resmi dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Dua warga, Kusrin dan Anthony, mendatangi SPKT untuk melaporkan dugaan hilangnya dua unit sepeda motor trail bernomor polisi BN 3299 DC dan BN 4702 PI. Menurut laporan mereka, kendaraan tersebut hilang saat diparkir di kawasan dermaga nelayan pada Selasa (23/6/2026).
Peristiwa ini semakin menyita perhatian lantaran, berdasarkan keterangan warga yang disampaikan pelapor, beberapa nelayan mengaku melihat sebuah mobil Hyundai Stargazer berwarna hitam bernomor polisi D 1734 YOB berada di sekitar lokasi sejak sekitar pukul 01.00 WIB. Warga mengaku mengenali salah seorang yang berada di dalam kendaraan tersebut sebagai anggota Satgas Tri Cakti bernama Ujang.
Pelapor menyebut, kendaraan tersebut terlihat mondar-mandir dari kawasan Sungai Menduyung menuju Pantai Kundi hingga menjelang pagi. Tak lama kemudian, sebuah mobil Suzuki Carry berwarna hitam juga disebut memasuki lokasi. Saat para nelayan kembali ke dermaga, dua sepeda motor yang sebelumnya diparkir telah raib.
Kecurigaan warga semakin menguat setelah keluarga korban menghubungi Letkol Rudi, yang disebut menjabat sebagai Asintel Satgas Tri Cakti. Menurut keterangan pelapor, pada komunikasi pertama pihak satgas dikabarkan menyampaikan bahwa sepeda motor tersebut berada di Pos Satgas Tri Cakti di Kampung Rupis dan meminta pemilik datang mengambilnya. Namun, sekitar satu jam kemudian, saat dikonfirmasi kembali, pelapor mengaku mendapat jawaban berbeda, yakni pihak satgas menyatakan tidak pernah mengamankan motor tersebut.
Perbedaan informasi itulah yang kini menjadi salah satu alasan warga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
Masyarakat Desa Air Menduyung, Bukit Terak hingga Kundi juga mengaku resah dengan aktivitas sejumlah orang yang disebut sebagai anggota satgas yang menurut mereka kerap berada di wilayah desa pada malam hari tanpa adanya koordinasi atau pemberitahuan kepada pemerintah desa, RT maupun RW setempat. Warga berharap keberadaan aparat yang bertugas justru memberikan rasa aman, bukan menimbulkan tanda tanya dan keresahan di tengah masyarakat.
Korban kini meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan pencurian tersebut, menelusuri seluruh petunjuk yang ada, termasuk keterangan para saksi, rekaman CCTV apabila tersedia, serta keberadaan kendaraan yang disebut-sebut berada di lokasi sebelum peristiwa kehilangan terjadi.
Hingga berita ini disusun, kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan masih dalam proses penyelidikan. Pihak Satgas Tri Cakti belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan maupun keterangan yang disampaikan oleh pelapor.(JK,Radak)













