
Fhoto wiwid aktivis Bangka Selatan, Audisi dikantor Media Radak.
PANGKALPINANG, JANGKAUANNEWS.COM ~~ Gelombang kritik terhadap tata kelola pertimahan di Kepulauan Bangka Belitung kembali mencuat. Seorang aktivis asal Kabupaten Bangka Selatan, Wiwid, secara terbuka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan langsung membongkar carut-marut pengelolaan timah di daerah tersebut, termasuk melakukan audit menyeluruh terhadap PT Timah Tbk.
Pernyataan keras itu disampaikan Wiwid saat berkunjung ke Kantor Radak Babel di Pangkalpinang, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, sudah puluhan tahun Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar di dunia. Namun ironisnya, kemajuan daerah justru tak sebanding dengan kekayaan alam yang terus dikeruk.
“Pak Presiden harus turun tangan. Jangan biarkan persoalan timah ini terus berlarut-larut. Daerah kami kaya timah, tapi rakyatnya masih hidup seperti ini-ini saja. Pertanyaan besarnya, kenapa daerah penghasil timah terbesar justru tidak bisa maju? Ini jelas ada yang tidak beres dalam pengelolaan negara dan pertimahan,” tegas Wiwid.
Ia juga menyoroti pelaksanaan otonomi daerah yang dinilai seolah tidak berlaku ketika berbicara soal pengelolaan timah. Menurutnya, daerah hanya menanggung kerusakan lingkungan, sementara keuntungan ekonomi diduga lebih banyak mengalir ke pihak lain.
“Kalau bicara otonomi daerah, seharusnya daerah punya kewenangan mengelola sumber daya. Tapi faktanya, ketika menyangkut timah, daerah seperti tidak punya kuasa apa-apa. Presiden sendiri pernah menyampaikan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam harus dikelola untuk kemakmuran rakyat. Tapi di Babel, rakyat justru hanya menerima dampak kerusakan, sementara hasilnya dinikmati pihak lain,” ujarnya.
Wiwid bahkan mempertanyakan transparansi royalti yang disebut-sebut menjadi hak daerah.
“Kita sering dengar ada royalti untuk daerah. Tapi masyarakat tidak pernah benar-benar merasakan dampaknya. Kemana aliran royalti itu? Kenapa pembangunan di Babel tidak mencerminkan daerah penghasil timah kelas dunia?” katanya.
Satgas Dinilai Membuat Rakyat Takut
Selain itu, Wiwid juga menyoroti keberadaan Satgas Tricakti yang dibentuk untuk menertibkan tata niaga timah. Menurutnya, kehadiran tim tersebut justru menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari timah.
“Satgas Tricakti ini dampaknya apa bagi rakyat? Yang terjadi justru sebaliknya. Kolektor takut membeli timah, aktivitas rakyat tersendat, ekonomi makin terpuruk. Kesannya seperti menakut-nakuti masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan kejelasan barang bukti hasil sitaan dari berbagai operasi penertiban.
“Barang bukti yang disita itu kemana? Sampai hari ini tidak jelas. Jangan sampai rakyat yang hanya mencari makan dari timah malah dijadikan tumbal. Korbannya bukan lagi puluhan, tapi sudah ratusan masyarakat kecil,” kata Wiwid.
Karena itu, ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan audit besar-besaran terhadap tata kelola pertimahan nasional, termasuk kinerja PT Timah Tbk, agar persoalan yang selama ini dianggap membelit sektor strategis tersebut bisa dibuka secara terang benderang. (JK,RADAK)













