JAKARTA, JANGKAUANNEWS.COM – Penggemar sepak bola pasti tidak asing dengan La Masia. Akademi Barcelona itu dikenal sebagai pabrik para pemain bintang.
Pep Guardiola, Carles Puyol, Xavi Hernandez, Lionel Messi, hingga Lamine Yamal merupakan produk asli La Masia.
Hampir setiap tahun selalu ada pemain La Masia yang dipromosikan ke tim utama Barcelona atau menarik minat klub-klub Eropa lainnya.
Karena itu, tak heran jika banyak anak-anak yang bermimpi bergabung dengan La Masia. Lantas, bagaimana cara masuk akademi La Masia?
Apa Itu La Masia?
Seperti yang sudah dijelaskan, La Masia adalah sebutan bagi akademi sepak bola milik Barcelona.
Nama La Masia berasal dari bahasa Katalan yang berarti rumah pertanian. Nama itu merujuk pada bangunan asli yang merupakan sebuah lahan pertanian kuno yang dibangun pada 1702.
Pada 1957, Stadion Camp Nou milik Barcelona dibangun dan dibuka di sebelah La Masia, yang saat itu berfungsi sebagai markas klub.
La Masia lalu diubah menjadi asrama pemain muda dari luar Barcelona pada 1979, sebelum akhirnya menjadi fasilitas akademi La Masia.
Namun, La Masia kini sudah dipindahkan ke kompleks pelatihan Barcelona yang dibangun khusus, yakni La Ciutat Esportiva Joan Gamper.
Bagaimana Cara Masuk Akademi La Masia?
Masuk akademi La Masia bukan seperti daftar kursus sepak bola. Artinya, setiap anak tidak bisa mendaftar sendiri karena Barcelona menggunakan sistem scouting (pemantauan bakat) atau seleksi.
Sistem seleksi ini dilakukan lewat program FCBEscola (Barca Escola), yakni trial atau uji coba untuk pemain berusia 6-11 tahun.
Ada tiga syarat supaya peluang ikut FCBEscola terbuka. Selain usia dan lulus ujian masuk, seorang pemain dan keluarganya harus berdomisili di Catalunya, Barcelona.
Sederhananya, FCBEscola merupakan salah satu jalur yang bisa ditempuh pemain muda untuk membuka peluang bergabung dengan La Masia.
Pemain yang dianggap menonjol selama percobaan bisa mendapat kesempatan uji coba di La Masia.
Namun, itu tidak berarti resmi menjadi pemain La Masia. Persaingannya sangat ketat dan Barcelona punya kriteria dianggap berpotensi dan bisa berkembang di akademi.
Apakah Anak Indonesia Bisa Masuk La Masia?
Anak Indonesia punya peluang bergabung dengan La Masia selama bakat dan kemampuannya selaras dengan kriteria Barcelona.
Caranya dengan mengikuti Barca Academy Camps, program kamp yang digelar di berbagai negara termasuk Indonesia.
Barcelona menyebut program ini memiliki 30 akademi di lima benua yang diikuti lebih dari 45.000 anak-anak.
Program tersebut menggunakan metode dan filosofi sepak bola Barcelona untuk mengembangkan kemampuan teknis, taktik, serta karakter pemain muda.
Indonesia mulai masuk dalam daftar negara penyelenggara Barça Academy pada 2025. Saat itu, Barcelona menggelar kamp pertamanya di Jakarta pada 23-27 Juni 2025 untuk pemain putra dan putri berusia 8 hingga 18 tahun. Sekitar 100 peserta mengikuti program tersebut.
Namun, mengikuti Barca Academy Camps bukan berarti seorang pemain otomatis masuk La Masia. Program ini lebih menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk merasakan metode latihan Barcelona sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
Seperti yang sudah dibahas, untuk masuk La Masia, ada proses seleksi dan persyaratan lain yang harus dipenuhi.
Selain kemampuan sepak bola dan usia, status tempat tinggal juga menjadi hal penting, terutama karena umumnya pemain masih berusia di bawah 18 tahun.
FIFA masih menerapkan aturan ketat terhadap transfer internasional pemain di bawah usia 18 tahun. Dalam panduan yang diperbarui pada Februari 2026, FIFA menegaskan bahwa transfer internasional pemain di bawah 18 tahun pada dasarnya dilarang, kecuali memenuhi sejumlah pengecualian yang telah ditentukan.
Karena itu, anak Indonesia yang ingin mengejar kesempatan masuk akademi Barcelona tidak cukup hanya memiliki kemampuan sepak bola. Jalur yang ditempuh juga harus sesuai dengan regulasi FIFA dan persyaratan yang ditetapkan Barcelona.
Meski begitu, peluang untuk mengenal sistem Barcelona dari Indonesia kini semakin terbuka. Kehadiran Barca Academy di Jakarta membuat pemain muda Indonesia dapat berlatih menggunakan metode Barcelona tanpa harus langsung pergi ke Spanyol. (Inilah.com)













